
Oleh : Rafles Mandiangan, S.Th.
Ada
begitu banyak orang pada saat ini yang mencari tempat
yang aman. Aman dari orang jahat, dari sakit penyakit,
dari bencana alam dll. Alkitab mencatat bahwa hanya
dalam lindungan Allah sajalah kita akan merasa aman.
SITUASI DI SEKITAR ORANG PERCAYA
Ada
beragam masalah di sekitar kehidupan orang percaya.
Pemazmur dalam Mazmur 91 memberikan beberapa gambaran
tentang situasi orang percaya, antara lain :
Adanya masalah :
- Jerat penangkap burung (ay.3)
- Penyakit sampar yang busuk (ay.3)
- Kedahsyatan malam (ay.5)
- Panah yang terbang di waktu siang (ay.5)
- Penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap (ay.6)
- Penyakit menular yang mengamuk di waktu petang (ay.6)
- Orang rebah (ay.7)
- Malapetaka (ay.10)
- Tulah (ay.10)
- Singa dan ular tedung (ay.13)
PERLINDUNGAN ALLAH BAGI ORANG PERCAYA
Pemazmur menggambarkan 10 hal yang mengancam kehidupan
orang percaya. Tetapi pada saat yang bersamaan pemazmur
ingin mengatakan bahwa bagaimanapun situasinya, orang
yang berlindung kepada Allah akan mendapatkan
pertolongan pada waktunya :
- Allah adalah lindungan Yang Maha Tinggi (ay.1)
- Allah adalah naungan Yang Maha kuasa (ay.1)
- Allah tempat perlindungan dan perteduhan (ay.2,7)
- Dailah yang akan melepaskan…dari perangkap burung (ay.3)
- Dia akan membalas kejahatan orang-orang fasik (ay.8)
- Malaikat-MalaikatNya akan menjaga (ay.11)
- Allah akan meluputkan (ay.14, 16)
- Allah akan membentengi (ay.14)
- Allah akan menjawab seruan (ay.15)
- Allah akan menyertai (ay.15)
- Allah akan memuliakan (ay.15)
- Allah memberikan panjang umur (ay.16)
- Allah akan mengenyangkan/memuaskan (ay.6)
- Allah akan memperlihatkan keselamatan (ay.16)
DALAM PERLINDUNGAN ALLAH
Paling sedikit ada 14 berkat yang akan Allah berikan kepada kita, hanya
dengan syarat : “HATI YANG MELEKAT”.
“Hati yang melekat” menggambarkan kedekatan yang
sangat dekat dan intim antara si pemilik hati dengan
Allah. Hati yang melekat juga menggambarkan kesatuan
yang utuh dan tidak terpisahkan oleh apapun.
Ada dua hal penting yang menjadi “perekat” antara
hati manusia dengan diri Allah :
1. Mengenal nama Allah (ay.14) Ada pepatah kuno
yang mengatakan “tak kenal maka tak sayang” Sejak dari
taman Eden Allah adalah Allah yang ingin memperkenalkan
diri kepada umat-Nya. Dengan pelbagai macam cara Ia
menyatakan diri-Nya kepada manusia agar manusia mengenal
Dia (Ibrani 1:1-4).
Dia Allah yang memberikan diri-Nya
untuk dikenal oleh siapa saja yang ingin mengenal Dia.
Namun yang menjadi masalah dalam hal ini adalah sejauh
mana tingkat pengenalan kita akan Allah.
Mengenal Allah tidak seperti mengenal selebritis atau pejabat pemerintah. Mengenal Allah berarti mengenal dan dikenal oleh Allah. Karena hanya orang yang mengenal dan dikenal Allah yang boleh masuk dalam kerajaan Surga. Masalah Kerajaan Surga bukan sekadar berteriak Tuhan! Tuhan! apalagi sekadar memiliki ‘karunia-karunia tertentu’ (yang seringkali menjadi ukuran kerohanian oleh gereja-gereja tertentu).
Dalam Matius 7:21-23 Tuhan Yesus
terang-terangan berbicara masalah ini kepada
murid-murid-Nya. Pada hari terakhir banyak orang yang
merasa “sok kenal” dan “sok dekat” dengan Tuhan Yesus
karena karunia-karunia yang mereka miliki dalam
pelayanan (bernubuat, mengusir setan, melakukan mujizat)
yang ditanggapi dengan jujur oleh Tuhan Yesus “AKU TIDAK
PERNAH MENGENAL KAMU!”
Tentu bukan karena mereka berteriak
Tuhan! Tuhan! atau karena mereka memiliki
karunia-karunia itu sehingga Yesus menolak mereka.
Tetapi sangatlah salah apabila seseorang memakai ukuran
pengenalan akan Tuhan dengan hanya memakai standart
tersebut. Ukuran pengenalan yang Yesus pakai adalah
Sejauhmana seseorang melakukan kehendak Bapa? (ayat 21)
Tahap pengenalan seseorang kepada
Allah tidak sekadar mengerti dengan otak dan percaya,
atau mengerti, percaya dan merasa kenal dengan Allah
(karena memiliki karunia-karunia tertentu).
Mengenal dan dikenal oleh Allah
adalah hasil dari kelahiran baru seseorang di dalam
Allah (Yohanes 3:6) hidup bersekutu dan melakukan
kehendak Bapa di Surga (ay. 21 band. I Yohanes 4:7).
Proses pengenalan akan Tuhan harus
berlangsung terus-menerus dengan membaca FirmanNya dan
melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari (dari
buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20).
Pada masa kini Allah membuka diriNya
dalam Alkitab untuk dikenal oleh manusia. Tentang siapa
Tuhan, sifat Tuhan, kesukaan Tuhan, kehendak Tuhan,
hingga hal-hal yang tidak disukai Tuhan, semuanya ada di
dalam Alkitab. Jadi kenalilah TUHAN dengan membaca,
merenungkan dan melakukan Firman Tuhan.
2. Berseru / Doa (ay.15)
Kalau di atas tadi disinggung betapa pentingnya hati yang melekat kepada Tuhan dengan perekat mengenal Allah melalui pembacaan Firman Tuhan, maka dalam bagian ini di bahas hal yang sama pentingnya upaya melekatkan hati kepada Tuhan, yaitu berseru atau doa. DOA ADALAH NAFAS HIDUP ORANG PERCAYA. Membaca Firman dan berdoa digambarkan sebagai komunikasi dua arah. Dengan “membaca Firman” kita mendengar Allah berbicara kepada kita dan dengan “berseru” melalui doa Allah mendengar kita berbicara kepada-Nya. Dan janji-Nya dalam Firman Tuhan ini “…bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab…” (ayat 15)
Penghalang dan alasan yang sangat umum mengapa seseorang
tidak berdoa adalah “sibuk pelayanan”, “tidak ada waktu
karena pelayanan” dll. Mungkin kita perlu belajar kepada
Yesus dalam hal ini. Alkitab mencatat ketika orang
banyak berbondong-bondong datang kepada Yesus untuk
mendengar Dia, dan untuk disembuhkan dari sakit-penyakit
mereka, akan tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat
yang sunyi dan berdoa (Lukas 5:16; 6:12). Atau mungkin
kita belajar dari Billy Graham yang berkata : “Karena hari ini saya begitu sibuk (banyak pekerjaan), maka saya
harus semakin banyak berdoa”.
Yang sering terjadi adalah banyak anak-anak Tuhan dan
pelayan Tuhan yang sibuk dengan ‘pekerjaan-Nya Tuhan’
tetapi tidak punya waktu dengan Tuhan ‘sang pemilik
pekerjaan’ Ini yang terjadi dalam Matius 7:22-23; ada
banyak orang yang seolah-olah “aktif beribadah” (teriak
Tuhan! Tuhan!), seolah-olah sibuk “melayani Tuhan” (bernubuat,
mengusir setan, membuat mujizat) namun semua itu hanya
merupakan “entertainment rohani” (bukan melakukan
kehendak Bapa ay.21). Orang seperti ini sangat dikenal
oleh jemaat atau orang-orang percaya, tapi sayang Tuhan
tidak mengenalnya. Bahkan Tuhan mengecapnya sebagai
pembuat kejahatan/nabi-nabi palsu (Mat.7:15, 23).
Yesus berkata: "Makananku adalah
melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan
menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yohanes 4:34).
Kesimpulan :
- Perlindungan Allah tersedia bagi setiap orang yang memberi dirinya melekat kepadaNya, bergaul karib dengan Dia melalui pembacaan Firman Tuhan dan berseru di dalam doa kepada-Nya
- Marilah kita berlomba-lomba untuk semakin mengenal dan semakin dekat kepada Tuhan karena Tuhan senang kepada orang-orang yang rindu akan Dia dan rindu mengenal Dia.
- Lekatkan hati kita kepada-Nya dengan tekun membaca Firman-Nya dan doa-doa kita, maka keamanan dan perlindungan menjadi milik kita. Karena hanya dekat Allah saja kita akan merasa tenang (Mazmur 62).
- Mazmur 31:2-6 - Doa Aman dalam Tangan Tuhan.
[ ARSIP ARTIKEL ]
|