CILUKBA "Kecil-kecil untuk Bapa"
CILUKBA
Proyek Filipus untuk Anak di bawah enam tahun
Dapatkah "Anak Baeta" menyambut Tuhan Yesus dalam hidupnya? Ya, DAPAT! Bagaimanakah cara menjelaskannya dengan benar dalam konteks anak Baeta?

~ more ~
RHEMA "Masa Depan Anak Anda"
RHEMA
Projek Filipus untuk Anak
Salah satu penentuan masa depan anak yang penuh dengan kebahagiaan adalah "Kecerdasan spiritual"

~ more ~
REMODIA "Remaja Yg Oke di hadapan Allah"
REMODIA
Proyek Filipus untuk remaja
Ketika menyebut anak remaja pada umumnya kesan yang melekat adalah sosok narkotis, pemberontak, free sex, pornografi, 'amburadul

~ more ~
PASCAL "Pemuda Setia Baca Alkitab"
PASCAL
Proyek Filipus untuk Kaum Muda/ Mahasiswa
seri "PASCAL" adalah panduan Pemahaman Alkitab untuk Pemuda dan Mahasiswa.

~ more ~
Jawaban, Siapa Tuhan Itu>?, Temuan Baru
JASIMARU
Proyek Filipus untuk Orang Dewasa (Umum)
Buku JASIMARU ini adalah panduan pemahaman Alkitab bagi perorangan maupun kelompok kecil.

~ more ~
ADIMITRA
ADIMITRA
Proyek Filipus untuk Pengusaha/Profesional
Seri ADIMITRA adalah panduan pemahaman Alkitab bagi para pengusaha/profesional.

~ more ~
BAHTERA
BAHTERA
Proyek Filipus untuk Keluarga
Seri BAHTERA (Bahagia dan Sejahtera Keluarga Bersama Allah) adalah panduan pemahaman Alkitab untuk keluarga.

~ more ~
YAYASAN SUMBER SEJAHTERA

Oleh : Rafles Mandiangan, S.Th.
 

Ada begitu banyak orang pada saat ini yang mencari tempat yang aman. Aman dari orang jahat, dari sakit penyakit, dari bencana alam dll. Alkitab mencatat bahwa hanya dalam lindungan Allah sajalah kita akan merasa aman.


SITUASI DI SEKITAR ORANG PERCAYA
Ada beragam masalah di sekitar kehidupan orang percaya. Pemazmur dalam Mazmur 91 memberikan beberapa gambaran tentang situasi orang percaya, antara lain :

Adanya masalah :
  • Jerat penangkap burung (ay.3)
  • Penyakit sampar yang busuk (ay.3)
  • Kedahsyatan malam (ay.5)
  • Panah yang terbang di waktu siang (ay.5)
  • Penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap (ay.6)
  • Penyakit menular yang mengamuk di waktu petang (ay.6)
  • Orang rebah (ay.7)
  • Malapetaka (ay.10)
  • Tulah (ay.10)
  • Singa dan ular tedung (ay.13)

PERLINDUNGAN ALLAH BAGI ORANG PERCAYA
Pemazmur menggambarkan 10 hal yang mengancam kehidupan orang percaya. Tetapi pada saat yang bersamaan pemazmur ingin mengatakan bahwa bagaimanapun situasinya, orang yang berlindung kepada Allah akan mendapatkan pertolongan pada waktunya :

  • Allah adalah lindungan Yang Maha Tinggi (ay.1)
  • Allah adalah naungan Yang Maha kuasa (ay.1)
  • Allah tempat perlindungan dan perteduhan (ay.2,7)
  • Dailah yang akan melepaskan…dari perangkap burung (ay.3)
  • Dia akan membalas kejahatan orang-orang fasik (ay.8)
  • Malaikat-MalaikatNya akan menjaga (ay.11)
  • Allah akan meluputkan (ay.14, 16)
  • Allah akan membentengi (ay.14)
  • Allah akan menjawab seruan (ay.15)
  • Allah akan menyertai (ay.15)
  • Allah akan memuliakan (ay.15)
  • Allah memberikan panjang umur (ay.16)
  • Allah akan mengenyangkan/memuaskan (ay.6)
  • Allah akan memperlihatkan keselamatan (ay.16)

DALAM PERLINDUNGAN ALLAH
Paling sedikit ada 14 berkat yang akan Allah berikan kepada kita, hanya dengan syarat : “HATI YANG MELEKAT”. “Hati yang melekat” menggambarkan kedekatan yang sangat dekat dan intim antara si pemilik hati dengan Allah. Hati yang melekat juga menggambarkan kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan oleh apapun.

Ada dua hal penting yang menjadi “perekat” antara hati manusia dengan diri Allah :

1. Mengenal nama Allah (ay.14)
Ada pepatah kuno yang mengatakan “tak kenal maka tak sayang” Sejak dari taman Eden Allah adalah Allah yang ingin memperkenalkan diri kepada umat-Nya. Dengan pelbagai macam cara Ia menyatakan diri-Nya kepada manusia agar manusia mengenal Dia (Ibrani 1:1-4).

Dia Allah yang memberikan diri-Nya untuk dikenal oleh siapa saja yang ingin mengenal Dia. Namun yang menjadi masalah dalam hal ini adalah sejauh mana tingkat pengenalan kita akan Allah.

Mengenal Allah tidak seperti mengenal selebritis atau pejabat pemerintah. Mengenal Allah berarti mengenal dan dikenal oleh Allah. Karena hanya orang yang mengenal dan dikenal Allah yang boleh masuk dalam kerajaan Surga. Masalah Kerajaan Surga bukan sekadar berteriak Tuhan! Tuhan! apalagi sekadar memiliki ‘karunia-karunia tertentu’ (yang seringkali menjadi ukuran kerohanian oleh gereja-gereja tertentu).

Dalam Matius 7:21-23 Tuhan Yesus terang-terangan berbicara masalah ini kepada murid-murid-Nya. Pada hari terakhir banyak orang yang merasa “sok kenal” dan “sok dekat” dengan Tuhan Yesus karena karunia-karunia yang mereka miliki dalam pelayanan (bernubuat, mengusir setan, melakukan mujizat) yang ditanggapi dengan jujur oleh Tuhan Yesus “AKU TIDAK PERNAH MENGENAL KAMU!”

Tentu bukan karena mereka berteriak Tuhan! Tuhan! atau karena mereka memiliki karunia-karunia itu sehingga Yesus menolak mereka. Tetapi sangatlah salah apabila seseorang memakai ukuran pengenalan akan Tuhan dengan hanya memakai standart tersebut. Ukuran pengenalan yang Yesus pakai adalah Sejauhmana seseorang melakukan kehendak Bapa? (ayat 21)

Tahap pengenalan seseorang kepada Allah tidak sekadar mengerti dengan otak dan percaya, atau mengerti, percaya dan merasa kenal dengan Allah (karena memiliki karunia-karunia tertentu).

Mengenal dan dikenal oleh Allah adalah hasil dari kelahiran baru seseorang di dalam Allah (Yohanes 3:6) hidup bersekutu dan melakukan kehendak Bapa di Surga (ay. 21 band. I Yohanes 4:7).

Proses pengenalan akan Tuhan harus berlangsung terus-menerus dengan membaca FirmanNya dan melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari (dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20).

Pada masa kini Allah membuka diriNya dalam Alkitab untuk dikenal oleh manusia. Tentang siapa Tuhan, sifat Tuhan, kesukaan Tuhan, kehendak Tuhan, hingga hal-hal yang tidak disukai Tuhan, semuanya ada di dalam Alkitab. Jadi kenalilah TUHAN dengan membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan.

2. Berseru / Doa (ay.15)
Kalau di atas tadi disinggung betapa pentingnya hati yang melekat kepada Tuhan dengan perekat mengenal Allah melalui pembacaan Firman Tuhan, maka dalam bagian ini di bahas hal yang sama pentingnya upaya melekatkan hati kepada Tuhan, yaitu berseru atau doa. DOA ADALAH NAFAS HIDUP ORANG PERCAYA. Membaca Firman dan berdoa digambarkan sebagai komunikasi dua arah. Dengan “membaca Firman” kita mendengar Allah berbicara kepada kita dan dengan “berseru” melalui doa Allah mendengar kita berbicara kepada-Nya. Dan janji-Nya dalam Firman Tuhan ini “…bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab…” (ayat 15)

Penghalang dan alasan yang sangat umum mengapa seseorang tidak berdoa adalah “sibuk pelayanan”, “tidak ada waktu karena pelayanan” dll. Mungkin kita perlu belajar kepada Yesus dalam hal ini. Alkitab mencatat ketika orang banyak berbondong-bondong datang kepada Yesus untuk mendengar Dia, dan untuk disembuhkan dari sakit-penyakit mereka, akan tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat yang sunyi dan berdoa (Lukas 5:16; 6:12). Atau mungkin kita belajar dari Billy Graham yang berkata : “Karena hari ini saya begitu sibuk (banyak pekerjaan), maka saya harus semakin banyak berdoa”.

Yang sering terjadi adalah banyak anak-anak Tuhan dan pelayan Tuhan yang sibuk dengan ‘pekerjaan-Nya Tuhan’ tetapi tidak punya waktu dengan Tuhan ‘sang pemilik pekerjaan’ Ini yang terjadi dalam Matius 7:22-23; ada banyak orang yang seolah-olah “aktif beribadah” (teriak Tuhan! Tuhan!), seolah-olah sibuk “melayani Tuhan” (bernubuat, mengusir setan, membuat mujizat) namun semua itu hanya merupakan “entertainment rohani” (bukan melakukan kehendak Bapa ay.21). Orang seperti ini sangat dikenal oleh jemaat atau orang-orang percaya, tapi sayang Tuhan tidak mengenalnya. Bahkan Tuhan mengecapnya sebagai pembuat kejahatan/nabi-nabi palsu (Mat.7:15, 23).

Yesus berkata: "Makananku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yohanes 4:34).

Kesimpulan :

  • Perlindungan Allah tersedia bagi setiap orang yang memberi dirinya melekat kepadaNya, bergaul karib dengan Dia melalui pembacaan Firman Tuhan dan berseru di dalam doa kepada-Nya
  • Marilah kita berlomba-lomba untuk semakin mengenal dan semakin dekat kepada Tuhan karena Tuhan senang kepada orang-orang yang rindu akan Dia dan rindu mengenal Dia.
  • Lekatkan hati kita kepada-Nya dengan tekun membaca Firman-Nya dan doa-doa kita, maka keamanan dan perlindungan menjadi milik kita. Karena hanya dekat Allah saja kita akan merasa tenang (Mazmur 62).
  • Mazmur 31:2-6 - Doa Aman dalam Tangan Tuhan.


    [ ARSIP ARTIKEL ]